Recent Posts

[3,recent-posts]

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tuesday, April 17, 2018

PANDUAN MEMBUAT BANNER DENGAN CORELDRAW

Panduan dan Cara membuat Desain untuk Banner / Spanduk Menggunakan CorelDraw

MP Tutorial Desain – Selamat malam, Sebagai seorang yang bergelut dibidang desain grafis pastilah tidak akan jauh dari yang namanya permintaan membuat banner / spanduk, entah dari client atau dari teman / kerabat. Memang keterampilan yang kita pelajari selama terjun di bidang ini sering dimanfaatkan terutama oleh orang terdekat untuk keperluan setting banner sebelum dimasukan ke percetakan. Tentu ini bukanlah hal yang buruk, dikala kita mendapatkan permintaan untuk membuat desain-desain dan dicetak lalu terpampang dipinggir jalan atau didepan toko usaha, itu merupakan kebanggaan tersendiri, ini menurut saya lho…

Saat desain kita telah tercetak berarti kita telah berhasil mengimplementasikan kemampuan yang selama ini kita pelajari sekaligus mendapatkan apresiasi dari si pemesan, dan pembelajaran yang kita lalui selama ini telah di anggap berguna bagi orang lain, walaupun itu dari orang terdekat kita. Inilah awal mula karir anda dibidang desainer grafis! Disaat seseorang bertanya kepada pemilik banner “bannernya bagus, buat dimana?” tentu si pemesan akan mengucapkan nama anda, dan secara otomatis si penanya ada peluang untuk membuatkan desain banner nya pada anda. Ini juga yang saya alami, berawal dari permintaan membuat desain banner untuk teman dan tanpa di sadari nama saya sedikit terangkat... hehehe

Diatas adalah sedikit curhatan saya, jika tidak penting abaikan saja.
Panduan dan Cara membuat Desain untuk Banner / Spanduk Menggunakan CorelDraw
Kembali ke topik utama yaitu Membuat banner kali ini saya ingin sharing tentang cara pembuatan banner / spanduk dengan cara yang sering saya pakai. mudah-mudahan dapat bermanfaat dan membantu anda.

Banner adalah salah satu media yang sering dipakai untuk keperluan promosi, menunjukan sebuah acara dan kegiatan, penanda suatu peringatan dll yang dicetak menggunakan print digital, banner adalah versi kecil dari baliho. Menurut saya banner dan spanduk itu sama saja, walau banyak yang mengatakannya berbeda tetapi jika dilihat dari kegunaan, bahan yang digunakan maupun desain yang dibutuhkan semuanya sama, yang menurut saya menjadi pembeda adalah banner pada umumnya berbentuk portrait / horizontal sementara spanduk berbentuk landscape / vertical.

Kita Akan Belajar Membuat Seperti Ini
Sebenarnya banyak sekali software untuk membuat banner/spanduk, tetapi software yang selalu saya andalkan untuk keperluan membuat desain adalah coreldraw, maka seperti judul artikel, software yang kita akan gunakan untuk belajar adalah CorelDRAW.

Masuk Materi Cara Membuat Desain Untuk Banner / Spanduk

Menentukan Ukuran dari Banner / Spanduk yang akan dibuat
Sebelum anda membuat Desain di CorelDraw, hal utama yang harus dilakukan adalah menentukan ukuran nya, anda dapat bertanya kepada pemesan atau langsung survey lokasi dan melakukan pengukuran sendiri. Kenapa ukuran menjadi hal yang utama? Karena jika anda nekat membuat banner menggunakan ukuran bayangan / asal-asalan saya yakin anda akan menyesal, misal anda membuat desain dengan ukuran 3x2 meter ternyata pada spot pemasangan ukurannya 6x1, apa yang akan anda lakukan jika hal itu terjadi? Maka perlu saya tekankan bahwa ukuran banner adalah langkah awal yang utama dan harus anda ketahui sebelum anda membuat desain.

Sebenarnya bisa saja anda cetak desan 3x2 meter menjadi 6x1meter, tetapi hasil nya nanti desain dari banner anda tidak akan proporsional atau kerennya disebut anda si-pemerkosa gambar!! :D

Mempersiapkan bahan yang akan dipakai pada banner/spanduk
Anda harus menentukan bahan dan komponen yang cocok untuk keperluan desain anda, sharing dengan pemesan mungkin akan memecahkan masalah ini. Sebagai contoh saat ini saya akan membuat banner untuk Kantor Polisi, maka saya perlu logo-logo kepolisian dan foto-foto kegiatan kepolisian, ga mungkin juga kan saya memasukan logo-logo produk komersial didalamnya? Kecuali kalau mau menseponsori baru saya masukan. :D

Menentukan Komposisi warna dominan pada banner / spanduk
Hal ini juga dapat menjadi elemen terpenting yang harus anda terapkan, sebelum memulai membuat desain sebaiknya anda sharing dahulu dengan pemesan, biarkan pemesan memilih warna yang menurutnya cocok untuk banner nya.

Jangan pernah abaikan keinginan pemesan yaa.. misal jika pemesan ingin membuat warna yang dominan kuning tetapi anda membuat banner dengan warna yang lain misal biru, maka sebagus dan se professional apapun desain yang anda buat, pemesan akan kehilangan sedikit banyak rasa puasnya dengan hasil jerih payah kita.

Telitilah saat membuat desain banner
Ketelitian sangat dibutuhkan dalam membuat desain banner, karena banner yang sedang  kita buat, nantinya akan terpasang dijalan atau tempat-tempat strategis yang banyak dilihat orang. Jika kita salah ketik atau typo itu dapat berakhibat fatal, sebaiknya anda cek dengan teliti sebelum anda memberikannya kepada pemesan dan ke percetakan.

Mulai Membuat Banner / Spanduk
*Klik Gambar Untuk Memperbesar
Langkah pertama

Untuk Desain Banner / Spanduk yang akan kita buat bersama ini, ukuran yang akan kita gunakan adalah 6x1 meter, berbentuk horizontal entah namanya banner atau spanduk kita anggap saja sama. :D, Bukalah Program CorelDRAW dan buat New Document, karena tampilan default dari CorelDRAW Unit ukurannya adalah mm, maka kita perlu mengubahnya ke satuan cm agar lebih mudah nantinya. Lihat petunjuk gambar dibawah ini :
Ubah Unit ke satuan Centimeter
Gambar 1. Ubah Unit ke satuan Centimeter
Ukuran Unit dapat anda periksa di Property Bar, kalau sudah, silahkan membuat persegi panjang menggunakan Rectangle Tool, dan buat persegi panjang tersebut berukuran 600x100cm.
Buatlah Objek Persegi Panjang
Gambar 2. Buatlah Objek Persegi Panjang
Langkah kedua
Siapkan Wallpaper / Gambar / apapun untuk dijadikan background dan warna dominan dari Banner, kali ini saya menggunakan wallpaper warna orange. Anda dapat membuat background sendiri atau mengambil bahan seperti wallpaper dari internet, tentu saja yang free licensi ya.. jangan yang ada watermark nya. Kemudian masukan pada lembar kerja CorelDraw. Seperti gambar dibawah ini :
Masukan Wallpaper untu Background
Gambar 3. Masukan Wallpaper untu Background
Kemudian masukan wallpaper tadi menggunakan menu Power Clip, bagi yang belum paham caranya silahkan baca tutorial tentang Power Clip di : " Memasukan Foto ke dalam Text/Font Menggunakan Powerclip di Coreldraw "
Gambar 4. Memasukan Objek Menggunakan PowerClip
Langkah ketiga
Buatlah tulisan / Text menggunakan Text Tool

Gambar 5. Masukan Text menggunakan Text Tool
Gambar 5. Masukan Text menggunakan Text Tool
Saran : Buatlah tulisan dengan warna yang mudah terbaca, rapih dan teratur, anda boleh menempatkan tulisan-tulisan terpisah-pisah namun usahakan tetap enak untuk dibaca, warna juga harus kontras ya dengan warna background agar mudah terbaca.


Gambar 6. Susun dan Rapihkan Text
Gambar 6. Susun dan Rapihkan Text
Anda dapat menambahkan outline untuk mempertegas Text dan menambahkan Shadow menggunakan Tool Dropshadow sesuai keinginan.

Langkah keempat
Masukan Gambar untuk mempercantik desain
Langkah selanjutnya adalah memasukan gambar dan objek-objek untuk mempercantik visual dari desain yang sedang anda buat, anda bebas memasukan gambar-gambar tentunya yang sesuai dengan desain banner, susunlah gambar dan objek dengan rapih agar terkesan bahwa desain anda itu memiliki konsep dan kekuatan visual yang baik.

Gambar 7. Masukan Objek lain untuk mempercantik desain
Gambar 7. Masukan Objek lain untuk mempercantik desain
Gambar dan Objek-objek setelah dirapihkan
Foto, Text dan Objek setelah dirapihkan
Gambar 8. Foto, Text dan Objek setelah dirapihkan
Tutorial EXTRA 
Cara membuat Shadow/bayangan pada objek
Pilihlah Drop Shadow Tool pada Toolbox anda, klik segitiga kecil dibawah Blend Tool lalu pilih Drop Shadow
Membuat efek bayangan di CorelDRAW
Gambar 9. Membuat efek bayangan di CorelDRAW
Klik dan Drag pada objek yang akan diberi efek bayangan
Klik dan Drag untuk membuat efek bayangan
Gambar 10. Klik dan Drag untuk membuat efek bayangan
Cara Membuat Foto Gradasi
Tumpuk dan sejajarkan dua foto atau lebih pada lembar kerja coreldraw anda, kemudian pilih Tranparency Tool pada Toolbox.
Membuat efek gradasi di CorelDRAW
Gambar 11. Membuat efek gradasi di CorelDRAW
 Klik pada ujung foto yang akan anda gradasi, sesuaikan panjang gradasi yang pas menurut anda
Klik dan Drag untuk membuat efek gradasi
Gambar 12. Klik dan Drag untuk membuat efek gradasi
Hasilnya seperti ini :
Hasil dari efek gradasi
Gambar 13. Hasil dari efek gradasi
Membuat Objek Lengkungan Persegi Panjang
Buatlah Persegi panjang menggunakan Rectangle Tool kemudian Klik Kanan pada Objek Persegi Panjang lalu pilih Convert To Curve atau dapat menggunakan Keyboard Shortcut CTRL+Q
Membuat Lengkungan pada Objek Persegi Panjang
Gambar 14. Membuat Lengkungan pada Objek Persegi Panjang
Setelah objek berubah menjadi Curve, selanjutnya pilih Shapes Tool pada Toolbox, dan klik kanan pada Curve yang akan dilengkungkan dan pilih To Curve. Silahkan buat lengkungan objek sesuai selera anda.
Convert To Curve
Gambar 15. Convert To Curve
Hasilnya seperti ini :
Gambar 16. Persegi Panjang setelah dilengkungkan
Membuat Gradasi Warna
Klik pada objek yang akan di beri warna Gradasi, kemudian klik Fountain Fill pada Toolbox atau menggunakan Keyboard Shortcut F11
Membuat efek Gradasi Warna di Coreldraw
Gambar 17. Membuat efek Gradasi Warna
Maka akan muncul window baru yang dapat anda gunakan untuk mensetting warna gradasi dari objek tersebut, silahkan berexplorasi dengan warna-warna di pengaturan ini.
Gambar 18. Menu Pengaturan dari Fountain Fill
Hasil dari pengaturan yang saya buat, seperti ini:
Gradasi Warna pada objek
Gambar 19. Gradasi Warna pada objek
Setelah melalui proses yang panjang dan melelahkan, akhirnya desain yang anda buat telah selesai. Jangan lupa untuk meneliti, siapa tau ada salah-salah kata atau bahasa gaulnya Typo. 

PENGERTIAN KABEL UTP

Pengertian kabel UTP

UTP merupakan singkatan dari Unshield Twisted Pair. Sesuai namanya “Unshield”, yang berarti kabel ini tidak dilengkapi dengan pelindung aluminium sehingga jenis kabel ini kurang tahan dengan interferensi elektromagnetik, berbeda dengan saudaranya STP (Shield Twisted Pair). Nama Twisted Pair merujuk pada bentuk dari isi kabel tersebut yang saling berlilitan pada setiap pasang.
pengertian kabel UTP
Kabel UTP dilengkapi dengan 8 buah kabel dengan warna unik di tiap kabel, lalu disusun berlilitan pada tiap pasang warna hingga menjadi 4 pasang. Lilitan kabel tersebut berfungsi untuk mengurangi induksi dan kebocoran pada kabel.
Setiap Warna pada kabel memiliki fungsi yang berbeda. Dari 8 warna kabel UTP, masing-masing memiliki perannya sendiri, adapun fungsinya, yaitu:
  • Jingga: Kabel warna jingga memiliki fungsi sebagai penghantar paket data.
  • Putih-Jingga: Kabel warna putih-jingga memiliki fungsi sebagai penghantar paket data.
  • Hijau: Kabel warna hijau memiliki fungsi sebagai penghantar paket data.
  • Putih-Hijau: Kabel warna putih-hijau memiliki fungsi sebagai penghantar paket data.
  • Biru: Kabel warna biru memiliki fungsi sebagai penghantar paket suara.
  • Putih-Biru: Kabel warna putih-biru memiliki fungsi sebagai penghantar paket suara
  • Coklat: Kabel warna coklat memiliki fungsi sebagai penghantar tegangan DC.
  • Putih-Coklat: Kabel warna putih-coklat memiliki fungsi sebagai penghantar tegangan DC

Fungsi kabel UTP

Kabel UTP digunakan pada jaringan LAN untuk menghubungkan komputer ke perangkat jaringan atau komputer ke komputer ataupun antara perangkat jaringan itu sendiri. Dalam penerapannya, kabel UTP memiliki aturan dalam penyusunan kabel berdasarkan kegunannya.
Selain itu, fungsi kabel UTP dapat dibagi menjadi lebih spesifik lagi berdasarkan jenis dan kategorinya. Untuk jenis-jenisnya, misal kabel straight-through, kabel cross-over dan roll-over. Sedangkan jika dilihat dari kategorinya, misal Kategori 1 (CAT1) sampai dengan Kategori 7 (CAT7).

Jenis-jenis kabel UTP

Adapun jenis-jenis kabel UTP yang perlu anda ketahui. Ada yang bernama straight-trough, cross-over maupun roll-over. Anda bisa menyimak penjelasan mengenai ketiga jenis kabel UTP tersebut dibawah ini:

Kabel straight-through

Untuk kabel tipe straight through memiliki aturan penyusunan yang sama antara ujung konektor yang satu dengan lainnya.
Tipe kabel straight through biasanya digunakan untuk menghubungkan dua perangkat yang berbeda, misalnya antara router dengan switch/hub, komputer ke switch dan komputer ke hub. Adapun urutan kabel straight through sebagai berikut:
kabel Straight

Kabel cross-over

Untuk kabel tipe crossover memiliki aturan penyusunan yang berbeda antara tiap ujung konektor. Tipe cross over biasanya digunakan untuk menghubungkan dua perangkat yang sama.
Misalnya antara komputer dengan komputer, router dengan router, switch dengan switch, hubdengan hub. Adapun urutan kabel cross over sebagai berikut:
kabel Cross

Kabel roll-over

Dan yang terakhir adalah kabel tipe roll over. Kabel tipe roll over memiliki aturan penyusunan terbalik antara ujung konektor satu dengan ujung konektor lainnya.

Kabel tipe roll over digunakan untuk menghubungkan dua perangkat jaringan yang berbeda, hampir sama dengan tipe straight through namun tipe kabel ini lebih kepada menghubungkan perangkat yang memiliki konsol, misalnya switch dengan printer, switch dengan proyektor. Adapun urutan kabel roll over sebagai berikut:
kabel rollover

Kategori Kabel UTP

Kabel UTP di kelompokan menggunakan istilah Category atau biasa kita menyebutnya CAT. Kabel UTP dikategorikan berdasarkan kualitas transmisi data yang tersedia. Semakin tinggi kategorinya maka semakin cepat transmisi data yang dilakukan. Di antara semua kategori kabel UTP, kabel CAT5e dan CAT5 merupakan yang paling populer yang banyak digunakan pada jaringan Ethernet.

Kategori 1 – CAT1

Kabel UTP dengan kategori 1 merupakan kabel dengan kualitas transmisi terendah yaitu sebesar 1 Mbps. Kabel dengan kategori ini hanya mendukung komunikasi suara analog saja sehingga kurang cocok untuk sistem modern saat ini. Kabel CAT1 dulunya digunakan pada tahun 1983 untuk menghubungkan telephone analog Plain Old Telephone Service (POTS).

Kategori 2 – CAT2

Kabel UTP kategori 2 memiliki kecepatan transmisi data hingga 4 Mbps. Kabel dengan kategori ini telah mendukung data dan suara digital. Umumnya kabel ini digunakan pada jaringan dengan teknologi Token Ring oleh IBM, namun seiring perkembangan jaman kabel tipe ini sudah tidak cocok lagi digunakan pada sistem modern saat ini.

Kategori 3 – CAT3

Kabel UTP kategori 3 memiliki kecepatan transmisi data hingga 10 Mbps dan mendukung komunikasi data dan suara digital. Bila ditinjau dari segi perkembangan teknologi Ethernet, kabel CAT3 memiliki kemampuan yang terendah, karena memang hanya mendukung jaringan 10BASE-T saja. Umumnya kabel jenis ini digunakan pada jaringan IBM Token Ring dengan kecepatan 4 Mbps sebagai pengganti CAT2

Kategori 4 – CAT4

Kabel UTP kategori 4 memiliki kecepatan transmisi data hingga 16 Mbps dan mendukung komunikasi data dan suara digital. Umumnya kabel ini juga digunakan pada jaringan IBM Token Ring 16 Mbps dan juga didukung pada jaringan Ethernet 10BASE-T.

Kategori 5 – CAT5

Kabel UTP kategori 5 memiliki kecepatan transmisi data hingga 100 Mbps dan mendukung komunikasi data dan suara digital. Kabel jenis CAT5 ini juga dapat berjalan pada kecepatan transmisi data hingga 1Gbps tetapi dengan syarat panjang kabel harus lebih pendek dari 100 meter. Umumnya, kabel jenis ini mendukung jaringan Token Ring, Ethernet (10BaseT) dan Fast Ethernet (100BaseT). Kabel kategori ini merupakan kabel yang paling populer yang banyak digunakan pada instalasi jaringan.

Kategori 5e – CAT5e

Kabel UTP kategori 5e ini merupakan bentuk peningkatan dari kabel UTP CAT5 dengan kemampuan transmisi data hingga 1 Gbps atau pada kecepatan 10/100/1000Mbps. Kabel jenis ini direkomendasikan pada penggunaan jaringan Gigabit Ethernet, meskipun kabel UTP CAT 6 lebih direkomendasikan untuk kinerja yang maksimal.

Kategori 6 – CAT6

Kabel UTP kategori 6 memiliki kecepatan transmisi data hingga 10 Gbps dengan frekuensi komunikasi 250Mhz dan mendukung komunikasi data dan suara digital. Umumnya kabel jenis ini digunakan pada jaringan Gigabit Ethernet dan 10G Ethernet dengan panjang hingga 55 meter.

Kategori 6a – CAT6a

Kabel UTP kategori 6a ini merupakan bentuk peningkatan dari kabel UTP CAT6 dengan frekuensi komunikasi yang lebih besar yaitu sebesar 500 Mhz.

Kategori 7 – CAT7

Kabel UTP kategori 7 memiliki kecepatan transmisi data hingga 10 Gbps dengan frekuensi komunikasi hingga 600 Mhz dan mendukung komunikasi data dan suara digital. Umumnya kabel jenis ini digunakan pada jaringan Gigabit Ethernet dan 10G Ethernet dengan panjang hingga 100 meter.
Agar anda lebih memahami masing-masing kategori pada kabel UTP, anda bisa menyimak tabel dibawah ini:
tabel kategori kabel UTP

Karakteristik Kabel UTP

Terdapat beberapa karakteristik yang dimiliki kabel UTP, yaitu :
  • Bagian dalam terdiri dari 8 buah kabel dengan warna berpasang-pasangan
  • Tiap pasang warna dililit sehingga menghasilkan 4 pasang kabel
  • Tidak memiliki pelindung (shield)
  • Maksimal panjang kabel yang disarankan yaitu 100 meter
  • Menggunakan konektor RJ-45
  • Kecepatan transmisi hingga 1000 Mbps
  • Memiliki impedansi sekitar 100 ohm
Itulah artikel mengenai kabel UTP yang coba kami bahas secara lengkap dan detail. Dengan artikel diatas, diharapkan anda dapat memahami hal-hal mengenai kabel UTP, mulai dari fungsi, jenis-jenis, kategori sampai dengan karakteristik dari kabel UTP.